ADRUJA WIJAYAMALA SINGA - PUTERI WIRAWATI MELAYU YANG DILUPAKAN - Bhgn 5


SERI WIJAYAMALA BERSEDIA

Pada suatu hari, Adruja Wijayamala Singa masuk menghadap Raja Sang Tawal yang sedang sibuk bermesyuarat dengan para panglima perang. Ketika itu, mereka sedang melihat selembar peta. Setelah salam diberi, Adruja terus membuka daun-daun tingkap istana lalu mengajak Raja Sang Tawal dan para panglima perang supaya melihat ke luar tingkap. Puteri itu seraya berkata:


“Itulah pasukan khas patik. Hanya 41 orang. Kebanyakannya janda dan
hamba abdi serta budak suruhan, untuk berperang bersama ayahanda kelak”.

Setelah melihat pasukan khas tersebut, para panglima bertanya kepada Adruja tentang kemampuan mereka - sama ada mereka mampu memikul tombak serta memanah atau pun tidak. Malah, ada juga di antara mereka yang memperlekehkan kemampuan pasukan khas tersebut dengan tersengih-sengih dan ketawa kecil.

Tindakan para panglima tersebut telah membuatkan dada Adruja membara, lalu ditariknya salah seorang dari kumpulan panglima tersebut dan membawanya ke ruang tingkap. Adruja segera memberi arahan kepada Puspa, salah seorang pengikutnya yang berdiri puluhan ela di bawah istana supaya terus memanah panglima tersebut.

Anak panah yang dilepaskan Puspa berdesing membelah udara lalu melekat pada daun tingkap - hanya sejengkal dari muka panglima tersebut. Adruja lantas berkata kepada para panglima yang memperlekehkan pasukan khasnya:

“Jika itu belum memuaskan kalian, silalah tunggu di tingkap itu untuk perintahku yang kedua”.

Tindakan berani Adruja dan pengikutnya, Puspa telah menyebabkan semua orang terdiam. Adruja terus menyembah Raja Sang Tawal lalu turun dari istana. Menurut catatan sejarah, peristiwa tersebut berlaku pada tahun 1317 Masihi.

Comments

Popular posts from this blog

MAKHLUK DAN RASAKSA MITOS

M.Zain Labu Labi